Jam 8 pagi, kami sudah bersiap-siap dengan koper besar kami menuju ke Osaka JR Station untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Kyoto. Krena penasaran, kami sepakat untuk mencoba Shinkansen, yang katanya hanya 15 menit dari Osaka menuju Kyoto.

waktu 15 Menit benar-benar tidak terasa sama sekali. saya ingat kami sibuk berfoto-foto, lalu baru duduk sebentar, tiba-tiba terdengar suara yang menyebutkan Kyoto.. karena takut salah turun, salah seorang teman bertanya kepada seorang wanita jepang yang jadi teman sebangku dan ternyata benar, kami sudah tiba di kyoto, bergegas kami turun karena kereta hanya berhenti sebentar…

Inside Shinkansen
The ticket

Karena besok kami ada rencana untuk menikmati Sagano romatic train, saya bergegas menuju ke kantor penjualan tiket JR untuk membeli tiket Sagano Romantic Train, sementara sambil menghemat waktu dua teman menuju ke Kyoto Tourist Center untuk membeli tiket Kyoto 1 day bus pass. sebenarnya tiket sagano bs dibeli ditempat tapi karena saya takut kehabisan tiket jadi saya putuskan untuk beli sekarang. kalau merujuk pada itineraryvyang sudah saya buat, saya berencana naik dari rute kameoka saga torokko sation dan turun di saga torokko station setelah itu baru menuju arashiyama… dan ternyata benar rute yang saya mau dengan jam paling pagi sudah habis terjual. hanya tersisa sore… terpaksa saya merubah itinerary dan mulai dari rute saga torroko menuju kameoka, itupun naik kereta jam 14.00…

Keluar dari Kyoto Station, kalian akan melihat Kyoto Tower. Kali ini kami akan menginap di Kyoto Hana Hostel. Lokasi Hostel cukup dekat dari Kyoto Station, hanya berjalan sekitar 10 menit saja.  Kyoto hana Hostel direkomendasikan oleh Tripadvisor dan kami puas. Kamar dihostel bersih dan fasilitas juga lengkap. oh iya, kamarnya model tatami ya…

Kyoto tower, turn left after get out from station
Penunjuk arah di kyoto station
Kyoto station from outside
Walking from station to hostel

karena belum tiba waktu check in, kami hanya menitipkan koper dan melanjutkan rencana kami hari ini menuju ke Kinkakuji temple…. untuk menuju ke Kinkakuji, kami kembali ke kyoto station untuk naik bus menggunakan kyoto 1 day bus pass. Sekitar 20 menit perjalanan dari Kyoto Station menuju Kinkakuji.

karena sudah musim gugur, suasana di Kinkakuji sangat indah.. Mata kami dimanjakan oleh warna pepohonan yang sudah berubah menguning dan bahkan memerah…

 

setelah puas berkeliling, kami melanjutkan perjalanan menuju Kiyomizudera. ada pengalaman yang selalu membekas dihati saya dalam perjalanan ini. karena kami bingung mau naik bus dari mana dari kinkakuji, kami hanya menuju bus stop terdekat, lalu saya layaknya turis celingak-celinguk melihat papan nomor bus. Tiba-tiba ada seorang opa yang bertanya dalam bahasa jepang, karena mungkin melihat saya tidak mengerti apa yang ditanyakan, beliau lalu bertanya ” go where?” dengan bahasa inggris terbata-bata. lekas saya menjawab “kiyomizudera”. Si opa berusaha menjelaskan no bus dalam bahasa jepang, lalu tiba2 beliau membuka dompet dan saya langsung was-was, mungkin karena terbiasa curiga (akibat kerasnya hidup di jakarta hahaha).. ternyata beliau mengeluarkan secarik kertas yang sudah tergambar no bus dan jumlah stop untuk pindah bus dan menyerahkan secarik kertas tersebut. Segera saya mengucapkan “terima kasih” dalam bahasa inggris dan jepang hahahaha… dan ternyata no bus yang ditulis benar 100%.. benar2 ramah para tetua di Jepang.

sekitar 30 menit kemudian dan karena sedikit traffic di dekat gion menuju kiyomizu, kami tiba juga. Karena sidah planning kalau ke Kyoto kami akan menyewa kimono, segera kami menuju tempat penyewaan kimono disekitar kiyomizu… harga sewa kimono dibanderol mulai dari 3000yen bila include hairdo tambah lagi 500yen. Pilihan kimono saya jatuh pada kimono 5000yen, karena warnanya lebih cantik dibandingkan yang 3000yen dan tentu dengan hairdo…

Walking our way to kiyomizudera temple


 

Sekitar pukul 6 sore, kami pun mengembalikan kimono sewaan dan melanjutkan perjalaan pulang ke hostel, tapi sebelumnya karena perut sudah berbunyi kami memutuskan untul singgah di salah satu restoran yang berlokasi dekat dengan hostel. Restoran ini kami pilih karena saat kami melewati restoran disiang hari, antrian tampak mengular, jadi kami berpikir pasti enak lah ya kalau antrian sudah panjang! Hahaha

Advertisements